Plt Ketua Tarung Derajat Makassar Gelar Muskot 2025, KONI Pastikan Atlet Tak Jadi Korban Vakumnya Organisasi

Muskot KODRAT Makassar Jadi Titik Kebangkitan Organisasi Jelang Porprov Sulsel 2026

MAKASSAR — Cabang olahraga Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Kota Makassar resmi menggelar Musyawarah Kota (Muskot) Tahun 2025 sebagai langkah strategis menghidupkan kembali roda organisasi yang sempat vakum.

Muskot tersebut berlangsung di Hotel Santika, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, dan dihadiri Ketua Umum KONI Kota Makassar H. Ismail, SH, Guru Utama Tarung Derajat Umar Sukmara, Pembina KODRAT Sulawesi Selatan Danyonparako 473 Pasgat, serta Dandenhanud 472 Korpasgat.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum KODRAT Kota Makassar, Andi Yasin Iskandar, menegaskan bahwa penyelenggaraan Muskot pada Desember 2025 bertujuan mengaktifkan kembali organisasi sesuai fungsi dan tanggung jawabnya.

Menurut Andi Yasin, Tarung Derajat Makassar memiliki banyak atlet potensial yang mampu bersaing di level regional. Bahkan, pada ajang Porprov Sulsel 2026 mendatang, KODRAT Makassar diproyeksikan meloloskan hingga 10 atlet.

“Prestasi atlet sebenarnya cukup menjanjikan. Namun, kondisi organisasi yang vakum membuat dukungan terhadap atlet tidak maksimal,” ujar Acil Sappan Andi Yasin Iskandar, Senin (28/12/2025).

Oleh karena itu, ia berharap ketua yang terpilih melalui Muskot 2025 mampu membawa perubahan signifikan dan membangun organisasi yang lebih aktif, solid, serta berprestasi.

“Kami ingin ada perbaikan nyata. Melalui Muskot ini, KODRAT Makassar harus bangkit dan menjadi cabang olahraga yang berprestasi serta dikenal luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Makassar H. Ismail, SH menekankan pentingnya sinergi antara Tarung Derajat dan KONI demi perlindungan atlet.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini pengurus Tarung Derajat Kota Makassar jarang berkoordinasi dengan KONI, bahkan tidak pernah mengajukan bantuan pembinaan.

“Saya sempat mempertanyakan mengapa pengurus KODRAT Makassar tidak pernah hadir di kantor KONI. Padahal, atlet mereka justru berhasil lolos Pra-Porprov,” ungkap Ismail.

Atas dasar tersebut, KONI Kota Makassar kemudian mengirimkan surat resmi kepada Pengprov Tarung Derajat Sulsel guna memastikan status organisasi KODRAT Makassar.

“Kami tidak ingin atlet menjadi korban dari vakumnya pengurus. Muskot ini adalah solusi paling bijak dan aman agar roda organisasi kembali berjalan dan atlet terlindungi,” pungkasnya.

Deskripsi gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Deskripsi gambar